Dinas Sosial Kabupaten Mimika Kirim 20 Anak Terlantar dan Putus Sekolah untuk Pembinaan di Jawa



TIMIKA, papuamctv.com — Dinas Sosial Kabupaten Mimika terus berupaya menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di kabupaten mimika. Tahun ini, sebanyak 20 anak yang terdiri dari anak putus sekolah, anak terlantar, hingga penyandang disabilitas di bawah usia 18 tahun bakal dikirim untuk mengikuti program pembinaan dan pelatihan keterampilan selama enam bulan di Bogor dan Jakarta.

 

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Mimika, Yulita Kudiai, S.IP., M.AP., mengungkapkan bahwa para peserta yang berasal dari berbagai latar belakang suku ini akan dibina di yayasan dan balai pelatihan mitra Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

 

"Di sana mereka akan mendapatkan pembinaan mental, spiritual, serta pelatihan berbagai keterampilan praktis, seperti perbengkelan dan kerajinan tangan. Tujuannya agar mereka memiliki (skill) mandiri dan dapat keluar dari garis kemiskinan," ujar Yulita usai sebuah kegiatan di Hotel Grand Tembaga, Timika, Jumat (24/7/2026).

 

Yulita menjelaskan, skema kerja sama ini memanfaatkan jaringan balai pembinaan serta UPTD Kemensos yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam program Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahunan ini, Dinas Sosial berperan memfasilitasi administrasi serta membiayai transportasi pulang-pergi (PP) bagi seluruh peserta. Sementara untuk kebutuhan operasional, akomodasi, dan proses pembinaan selama enam bulan di lokasi pelatihan akan ditanggung penuh oleh yayasan pengelola.

 

"Petugas Dinas Sosial sifatnya mengantar dan menjemput kembali setelah masa pelatihan selesai. Saat ini kami masih menyelesaikan proses administrasi dan pencairan anggaran. Begitu anggaran keluar, para peserta langsung kita berangkatkan," tambahnya.

 

Mengenai keberlanjutan program pasca-pelatihan, Yulita menegaskan bahwa peran utama Dinas Sosial difokuskan pada tahap rehabilitasi dan pembekalan keahlian. Setelah kembali dari Jawa, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk mandiri secara ekonomi maupun kembali ke lingkungan keluarga dengan pribadi yang lebih baik.

 

"Tugas kami adalah merehabilitasi agar mereka kembali normal dan mandiri. Hasil akhirnya sangat tergantung pada komitmen masing-masing anak untuk terus berkembang dan memanfaatkan keterampilan yang sudah didapat," pungkasnya. (MR)

Postingan Terbaru