Gandeng 9 Mitra Strategis, PKK Dorong Kemandirian Ekonomi dan Kesehatan demi Akselerasi Indonesia Maju
MAKASSAR, papuamctv.com —
Riuh rendah suara ribuan kader PKK menggema di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Di kota pesisir yang legendaris ini, gerakan pemberdayaan terbesar di Indonesia
kembali mengukuhkan taringnya. Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK
ke-54 tahun 2026 menjadi panggung pembuktian bahwa urusan domestik keluarga
kini telah bertransformasi menjadi pilar strategis pembangunan nasional.
Membawa tema besar "Kuatkan
10 Program Pokok PKK Laksanakan Asta Cita Wujudkan Indonesia Emas 2045",
perhelatan akbar ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan. Di balik
kemeriahannya, terdapat konsolidasi kekuatan sosial raksasa dan penandatanganan
kemitraan strategis yang siap menggerakkan roda perekonomian serta
kesejahteraan dari unit terkecil masyarakat: keluarga.
Dalam laporan pembukanya, Ketua
Umum TP PKK Pusat, Tri Suswati Tito Karnavian, memaparkan data mutakhir
yang mencengangkan. Berdasarkan data profil desa dan kelurahan Ditjen Bina
Pemdes Kemendagri tahun 2026, kekuatan PKK kini ditopang oleh 6.364.671
kader yang tersebar di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, hingga 83.762 desa
dan kelurahan di seluruh penjuru nusantara.
"Keberadaan dan jejaring
kader yang sedemikian besar merupakan potensi kekuatan sosial yang kemampuannya
dapat mempercepat pelaksanaan program prioritas nasional dan daerah," ujar
Tri Tito Karnavian dengan penuh optimisme.
Sebagai langkah konkret, TP PKK
Pusat melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 9 Kementerian
dan Lembaga Pemerintah serta Non-Pemerintah. Sinergi ini dirancang untuk
mengintegrasikan 10 Program Pokok PKK dengan visi Asta Cita pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka:
- Kementerian Kesehatan RI: Fokus pada
pelayanan, imunisasi, dan skrining kesehatan masyarakat.
- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak (KemenPPPA): Perlindungan anak dan kesetaraan
gender.
- Kementerian UMKM RI: Pemberdayaan ekonomi
kreatif keluarga.
- Kementerian Hukum dan HAM RI (Ditjen HAM):
Edukasi dan penegakan hak asasi manusia di tingkat keluarga.
- Kementerian Perdagangan RI: Kolaborasi
pelatihan ekspor bagi produk lokal.
- Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI):
Fasilitasi sertifikasi KI bagi produk UMKM binaan.
- Yayasan Astra (YDBA) & PaDi UMKM:
Digitalisasi rantai pasok dan pembinaan UMKM terpadu.
- Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia
(Perdami): Aksi sosial kesehatan mata dan operasi katarak gratis.
- Organisasi Seruni serta Lembaga Mitra (HIPMI
& GEN): Kolaborasi kewirausahaan pemuda dan perempuan.
Sulawesi Selatan selaku tuan
rumah memberikan kado istimewa pada HKG kali ini. PKK berhasil memecahkan Rekor
MURI pertama di Indonesia melalui aksi minum suplemen Multiple
Micronutrient Supplement (MMS) secara serentak oleh 54.000 ibu hamil
di 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan. Ini menjadi bukti nyata kontribusi
PKK dalam menekan angka stunting secara masif sejak masa kehamilan.
Tidak hanya berjaya di dalam
negeri, kiprah PKK juga telah diakui di panggung internasional. Tri Tito
Karnavian mengungkapkan bahwa tahun ini TP PKK bersama KemenPPPA didapuk
sebagai pembicara pada sidang Commission on the Status of Women ke-70 di
Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat.
Membawa tema "Keadilan
untuk Perempuan dan Anak Dimulai dari Ketahanan Keluarga", PKK
menunjukkan kepada dunia bagaimana model pemberdayaan akar rumput di Indonesia
mampu menjadi motor pembangunan global yang inklusif.
Hadir sebagai Pelindung TP PKK
Pusat, Ny. Selvi Gibran Rakabuming Raka memberikan arahan yang menyentuh
hati sekaligus membakar semangat para kader. Di hadapan sekitar 2.000 kader
yang memadati ruangan—serta ribuan lainnya yang menyemut di luar area—Selvi
menekankan bahwa ibu adalah sosok sentral pengambil keputusan dalam keseharian
keluarga.
"Perempuan, ibu, itu adalah
tiang di sebuah keluarga. Yang mengendalikan keuangan, memikirkan pendidikan
anak, hingga memastikan nutrisi makanan yang bergizi agar anak-anak terhindar
dari makanan fast food, itu semua adalah tugas ibu-ibu. Tugas yang
terlihat kecil, namun dalam 24 jam tidak pernah berhenti berputar di pikiran
seorang ibu," ungkap Selvi disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Selvi juga memberikan apresiasi
setinggi-tingginya kepada para kader yang bekerja secara sukarela tanpa pamrih,
bahkan rela menempuh perjalanan darat dan laut hingga puluhan jam demi
melakukan pembinaan ke pelosok daerah.
Dalam sambutannya, Selvi
menitipkan empat instruksi kunci bagi seluruh kader PKK se-Indonesia:
- Memperkuat Kualitas Keluarga: Fokus pada
pola asuh anak yang seimbang di era digital untuk meminimalisir dampak
negatif gadget.
- Akselerasi Program Kesehatan: Masifkan
sosialisasi penurunan stunting, pencegahan TBC, serta penerapan Perilaku
Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
- Mendorong Kemandirian Ekonomi: Optimalkan
pemanfaatan teknologi digital melalui program UP2K (Usaha Peningkatan
Pendapatan Keluarga), UMKM, dan koperasi.
- Merawat Semangat Gotong Royong: Menjaga
nilai kepedulian sosial sebagai identitas asli bangsa Indonesia.
Acara puncak ini juga ditandai
dengan penganugerahan penghargaan Adhi Bhakti Utama. Penghargaan berupa
pin emas ini diberikan kepada para kader tangguh yang telah mengabdikan dirinya
secara konsisten bagi gerakan PKK selama lebih dari 25 tahun tanpa henti.
Dedikasi sunyi ini menjadi modal sosial yang tak ternilai bagi pembangunan karakter
bangsa.
Dari sisi regulasi dan anggaran,
demi memastikan program kerja terus berjalan secara berkesinambungan di tengah
efisiensi, jalurnya telah dipertegas melalui regulasi terbaru. Koordinasi
antara TP PKK Daerah dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu kini
diperkuat dengan mengacu pada pemutakhiran nomenklatur perencanaan daerah
(Kemendagri No. 100.1.8.6.1 Tahun 2026). Sinergi ini memastikan program kerja
PKK masuk ke dalam dokumen penganggaran daerah secara terukur dan akuntabel.
Peringatan HKG PKK ke-54 di
Makassar ini ditutup manis oleh sebuah pantun dari Ny. Selvi Gibran:
Pantai Losari indah berseri,
Kapal pinisi berlayar melaju. PKK bergerak sepenuh hati, Memberdayakan
keluarga menuju Indonesia maju.
Melalui integrasi nilai gotong
royong tradisional dan adaptasi teknologi digital terkini, gerakan PKK
membuktikan diri bukan sekadar organisasi administratif, melainkan sebuah
gerakan hati yang siap mengantarkan generasi muda menyongsong Indonesia Emas 2045.
(HK)


















