Meretas Ketimpangan Digital, Pemkab Mimika Bawa Teknologi Informasi Hingga ke Kampung



TIMIKA, papuamctv.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan komitmennya dalam mengakselerasi pemerataan akses informasi dan digitalisasi hingga ke kawasan terdepan. Melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Pemkab Mimika mendorong sosialisasi teknologi yang berkelanjutan agar masyarakat di pelosok distrik dan kampung tidak terisolasi dari pesatnya perkembangan zaman.

 

Fokus utama dari strategi ini adalah mentransformasi fungsi fasilitas perpustakaan dan arsip daerah dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran hidup (life-long learning center) serta hub pemberdayaan ekonomi warga.

 

Di sela-sela pelaksanaan Bimbingan Teknis Strategi Pengembangan Perpustakaan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bimtek SPP-TIK) Tahun Anggaran 2026 di Hotel Front One Timika, Jumat (24/7/2026), Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Mimika, Firon Balinol Mom, S.E., mengungkapkan rencana aksi pasca-pelatihan.

 

Ia menegaskan bahwa jajarannya tidak akan berhenti pada kegiatan teknis di tingkat kabupaten, melainkan akan melancarkan aksi jemput bola (outreach program) langsung ke distrik dan kampung-kampung.

 

"Teknologi berkembang sangat cepat, kita tidak boleh tinggal diam. Usai bimtek ini, kami akan turun ke distrik dan kampung untuk menggencarkan sosialisasi pemanfaatan TIK, penguatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM), serta literasi terapan lainnya," ujar Firon Balinol Mom.

 

Menariknya, pendekatan literasi yang diusung Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Mimika tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca dan literasi digital dasar, tetapi diselaraskan langsung dengan potensi komoditas lokal seperti pengelolaan kopi dan sagu bakar.

 

Firon menjelaskan, selama ini petani lokal sering menjual hasil panen mentah kepada pihak ketiga atau tengkulak dengan harga murah karena keterbatasan pengetahuan dan sarana pengolahan pascapanen.

 

"Melalui perpustakaan dan program literasi inklusi sosial, masyarakat tidak hanya diberi bacaan, tetapi juga dilatih secara praktis. Kita fasilitasi sarana dan mesin pengolahan, misalnya untuk Kopi. Petani diajarkan memanen, mengeringkan, menggiling, hingga mengemas kopi mereka sendiri. Dengan begitu, ada nilai tambah dan kemandirian ekonomi yang tercipta," tambahnya.

 

Di samping pemberdayaan ekonomi, keberadaan Taman Baca di wilayah terpencil dinilai sebagai sarana krusial untuk menumbuhkan minat baca serta memperluas wawasan generasi muda di kampung-kampung. Pemanfaatan sarana ini dikombinasikan dengan pengenalan teknologi informasi agar warga dapat mengakses pengetahuan global tanpa kehilangan kearifan lokalnya.

Pilar Pengembangan

Komponen Strategis

Dampak yang Diharapkan

Literasi Digital

Penetrasi TIK & Aplikasi Pelaporan Perpusnas RI

Efisiensi tata kelola data & keterbukaan akses informasi kampung

Literasi Terapan

Pelatihan Pascapanen (Kopi & Sagu Bakar) + Mesin Pengolahan

Memutus rantai tengkulak & meningkatkan nilai jual komoditas

Taman Bacaan (TBM)

Penyediaan Koleksi Buku & Ruang Komunitas

Menumbuhkan budaya baca & ruang inovasi masyarakat terpencil

 

Inisiatif ini menjadi bukti nyata implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TP-BIS). Dengan mengombinasikan literasi digital, fasilitas produksi, dan keterampilan praktis, Pemkab Mimika berupaya meretas kemiskinan struktural serta membangun ketahanan ekonomi berbasis potensi lokal.

 

Ke depan, sinergi antara pengelola perpustakaan di tingkat distrik, kampung, TBM, hingga lembaga pemasyarakatan diharapkan mampu memicu efek domino (domino effect) positif. Perpustakaan tak lagi menjadi bangunan sunyi, melainkan menjadi pusat inkubasi inovasi yang menghidupkan perekonomian dan mencerdaskan kehidupan masyarakat Papua di tanah Mimika. (HK)

 

Postingan Terbaru