Tekan Angka Stunting, BKMT Mimika Salurkan Bantuan Nutrisi dan Edukasi Pangan Lokal untuk 135 Balita di Pomako
TIMIKA, papuamctv.com —
Bertepatan dengan momen Perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, Badan Kontak
Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Mimika menggelar aksi nyata di wilayah pesisir
Distrik Mimika Timur. Mengusung tema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa
Depan”, BKMT mengadakan kegiatan roadshow peduli stunting, pemberian
makanan bergizi gratis, hingga edukasi pemanfaatan pangan lokal bagi warga di
wilayah Pomako LS, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang bertempat di
lingkungan sekolah setempat ini menyasar 135 balita beserta orang tua
mereka. Aksi sosial ini digagas sebagai langkah strategis organisasi masyarakat
dalam mendukung pemerintah menekan angka stunting serta mempersiapkan Generasi
Emas Papua 2045.
Ketua Bidang Kesehatan BKMT
Mimika, H. Farida, SKM., M.Kes., mengungkapkan bahwa kegiatan ini
merupakan bentuk kepedulian mendalam seluruh jajaran BKMT, termasuk gabungan
organisasi pendukung seperti Hizbi dan Hintak.
"Kami berupaya menunjukkan
kasih sayang dan kepedulian nyata terhadap tumbuh kembang anak-anak di
Kabupaten Mimika. Edukasi kali ini difokuskan pada pemanfaatan pangan lokal
yang bergizi tinggi namun terjangkau, seperti daun kelor," ujar Farida.
Selain mendistribusikan bantuan
sembako berupa paket telur untuk setiap balita serta paket Makanan Bergizi
Gratis (MBG) berisi ayam dan susu, panitia juga menggelar demonstrasi masak
langsung. Warga diajarkan cara mengolah sayur kelor secara benar agar kandungan
nutrisinya tidak hilang.
Untuk memperkuat pemahaman
kesehatan masyarakat, BKMT turut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam
dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, dr. Anita, Sp.PD, serta
mendapatkan dukungan penuh dari jajaran Puskesmas Mapurujaya.
Aksi tanggap BKMT Mimika ini
mendapat apresiasi hangat dari Kepala Puskesmas Mapurujaya, Ona Bunga,
S.Si., Apt. Ia menyoroti pentingnya kehadiran organisasi kemasyarakatan di
kawasan pesisir Pomako LS yang selama ini relatif jarang tersentuh kegiatan
serupa.
"Saya sangat berterima kasih
dan bersyukur kepada BKMT Kabupaten Mimika. Jujur, baru kali ini ada organisasi
yang turun langsung ke wilayah LS untuk melihat kondisi anak-anak kami.
Mudah-mudahan ini menjadi pemantik bagi organisasi lain untuk ikut peduli pada
daerah pesisir," ungkap Ona Bunga di hadapan puluhan ibu kader dan warga.
Ona juga mengimbau para ibu untuk
memanfaatkan momen langka tersebut dengan berkonsultasi langsung kepada dokter
spesialis dan menyerap ilmu pengolahan gizi demi mencegah anak-anak jatuh ke
kondisi stunting.

Dok. roadshow peduli stunting BKMT Mimika, pemberian makanan bergizi gratis, hingga edukasi pemanfaatan pangan lokal bagi warga di wilayah Pomako LS, Sabtu (25/7/2026). Foto: Titin
Dalam arahan resminya, Ketua BKMT
Kabupaten Mimika, drh. Sabelina Fitriani, M.Si., menegaskan bahwa
penanganan stunting adalah investasi jangka panjang yang krusial. Walaupun
angka stunting di Kabupaten Mimika saat ini sudah berada di bawah rata-rata
nasional (sekitar 14%), intervensi berkelanjutan tetap wajib dilakukan.
"Anak-anak kita adalah calon
pemimpin masa depan. Siapa tahu dari Pomako ini kelak lahir Bupati Mimika atau
bahkan Menteri. Namun, itu semua dimulai dari 1.000 hari pertama kehidupan.
Orang tua memegang peran kunci dalam memastikan asupan gizi, protein hewani,
serta sayur dan buah tercukupi," tegas Sabelina.
Sabelina secara khusus mengajak
warga menanam dan mengonsumsi daun kelor di pekarangan rumah masing-masing
sebagai solusi gizi yang mudah, murah, dan bernilai tinggi.
Kemeriahan acara ditutup dengan
pembagian goodie bag berisi makanan tambahan, susu, biskuit, serta
distribusi 135 paket telur kepada seluruh balita yang hadir.
Melalui kolaborasi antara
pengurus BKMT, tenaga kesehatan, kader puskesmas, dan tenaga pendidik setempat,
roadshow ini terbukti tak sekadar menjadi peringatan Hari Anak Nasional
yang seremonial, melainkan sebuah aksi konkrit untuk membangun generasi masa
depan Mimika yang sehat, cerdas, dan tangguh. (HK)

















