Jemput Bola Kasus Tanpa Gejala: Strategi Puskesmas Wania Putus Rantai Penularan Malaria
Timika, papuamctv.com —
Tim Penanggulangan Malaria Puskesmas Wania kembali mengintensifkan gerakan
pencarian kasus secara aktif (Early Detection and Treatment/EDAT) tahap
ketiga yang berlangsung sepanjang Agustus 2026. Langkah door-to-door ini
difokuskan untuk memburu pembawa parasit malaria tanpa gejala (asymptomatic
carrier) yang berpotensi menjadi "penular senyap" di tengah
masyarakat.
Penanggung Jawab Program Malaria
Puskesmas Wania, Nita, mengungkapkan bahwa intervensi lapangan ini telah
memasuki fase ketiga sejak digulirkan berturut-turut pada Juni, Juli, hingga
Agustus.
"Banyak pasien positif
yang kami temukan justru tidak menunjukkan gejala sama sekali. Mereka merasa
sehat sehingga tidak datang berobat ke Puskesmas. Justru karena itulah kami
yang mengunjungi mereka langsung ke rumah, dan jika ditemukan positif, langsung
kami obati di tempat," ujar Nita saat diwawancarai pada Kamis
(13/8/2026).
Untuk menjangkau area pemukiman
dari wilayah Pohon Jomblo hingga sepanjang Jalan Hasanuddin, Puskesmas Wania
mengerahkan 15 tim penjangkauan. Strategi ini ditargetkan menyisir
ribuan warga dalam kurun waktu beberapa hari pelaksanaan.
Berikut adalah gambaran
operasional penjangkauan lapangan:
- Skala Target: Setiap tim ditargetkan
memeriksa sampel darah 100 warga per hari.
- Fleksibilitas Waktu: Petugas membagi sif
menjadi pagi dan sore (pukul 14.00 – 17.00 WIT) guna mengantisipasi warga
yang beraktivitas di luar rumah pada pagi hari.
- Edukasi & Edukasi Preventif: Selain
pemeriksaan darah (blood smear/RDT), petugas membagikan kelambu
berinsektisida secara gratis kepada warga yang belum memilikinya.
Pengalaman dari penyisiran
sebelumnya menunjukkan bahwa potensi penularan di tingkat komunitas tetap perlu
diwaspadai. Dari hasil skrining harian per tim, rasio kasus bervariasi:
|
Indikator |
Capaian / Ringkasan
Lapangan |
|
Cakupan Pemeriksaan |
~100 sampel per tim / hari |
|
Rata-rata Temuan Positif |
0 hingga 2 kasus positif tanpa
gejala per 100 sampel |
|
Tindakan Lanjut |
Pengobatan langsung (onsite)
& pembagian kelambu |
Nita menegaskan, pengobatan
seketika terhadap pasien tanpa gejala sangat krusial. Jika tidak segera
diintervensi, parasit malaria dalam tubuh penderita dapat terus ditularkan ke
warga lain melalui gigitan nyamuk Anopheles, tanpa disadari oleh
penderita maupun lingkungan sekitarnya.
Pemeriksaan harian pada tahap
ketiga ini terus berlangsung hingga sore hari untuk memastikan seluruh target
warga di sepanjang jalur pemetaan berhasil terjangkau secara optimal. (HK)




















