Tekan Risiko Keracunan Makanan, Dinkes Mimika Perkuat Kompetensi Tenaga Sanitasi Lingkungan
TIMIKA, papuamctv.com —
Dalam upaya memperkuat benteng perlindungan kesehatan masyarakat dari potensi
keracunan dan penyakit akibat pangan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika
menggelar Pelatihan Pengawasan Pangan Siap Saji Berbasis Risiko. Agenda
strategis ini ditujukan bagi para Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) dan
berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.
Langkah ini diambil mengingat
pesatnya pertumbuhan usaha kuliner dan pangan siap saji di Kabupaten Mimika.
Pertumbuhan tersebut menuntut sistem pengawasan yang tidak hanya rutin, tetapi
juga presisi dan proporsional sesuai tingkat risiko kesehatan yang mungkin
ditimbulkan.
Pelatihan ini difokuskan untuk
meningkatkan kompetensi, kualifikasi, serta ketajaman analisis para tenaga
sanitasi lingkungan di lapangan. Melalui pendekatan berbasis risiko (risk-based
inspection), prioritas pengawasan akan dialokasikan secara lebih efektif
dan tepat sasaran.
Sentra industri pangan atau rumah
makan dengan tingkat potensi bahaya kontaminasi tinggi—baik dari sisi
mikrobiologi, kimia, maupun fisik—akan mendapatkan intervensi serta edukasi
yang lebih intensif.
Tujuan Utama Kegiatan:
- Keluaran (Output): Meningkatnya
pengetahuan, pemahaman regulasi, dan keterampilan teknis Tenaga Sanitasi
Lingkungan dalam mengidentifikasi bahaya pada pangan siap saji.
- Hasil (Outcome): Pelaksanaan
pengawasan keamanan pangan berjalan lebih optimal, terstruktur, dan
akuntabel sesuai pemetaan tingkat risiko.
- Manfaat (Benefit): Terjaminnya
ketersediaan produk pangan siap saji yang aman, higienis, dan berkualitas
bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mimika.
Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika
menegaskan bahwa penguatan kapasitas SDM kesehatan merupakan investasi jangka
panjang. Melalui pengawasan yang terukur dan profesional, rantai risiko
penyakit berbasis makanan (foodborne diseases) dapat ditekan secara
signifikan.
Langkah nyata ini menjadi bukti
konsistensi Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk terus hadir di tengah
warga—tidak hanya dalam upaya pengobatan (kuratif), tetapi juga dalam
memberikan perlindungan preventif demi mewujudkan masyarakat Mimika yang sehat
dan sejahtera.




















