Pemerintah Kabupaten Mimika Dorong Peningkatan Profesionalisme Aparatur Protokol Lewat Rakor Khusus
TIMIKA, papuamctv.com —
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika terus berupaya meningkatkan
profesionalisme aparatur protokol demi memastikan pelayanan dalam setiap agenda
pemerintahan berlangsung cepat, tepat, tertib, dan berstandar tinggi. Komitmen
tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Protokol bertema “Protokol
Profesional, Pelayanan Prima, Citra Pemerintah yang Berwibawa” yang dibuka
secara resmi pada Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Mimika ini berlangsung selama
tiga hari, 8–10 September 2026, di Hotel Grand Tembaga, Timika, Papua Tengah.
Dalam sambutannya, Bupati Mimika
Johannes Rettob menekankan bahwa profesionalisme dalam keprotokolan tidak
sekadar mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga menuntut ketelitian,
kedisiplinan, efektivitas komunikasi, serta kepekaan dalam membaca situasi di
lapangan.
“Pelayanan prima berarti
memberikan pelayanan terbaik kepada pimpinan, tamu, masyarakat, maupun seluruh
pihak yang terkait dengan kegiatan pemerintahan,” tegas Johannes Rettob.
Ia menambahkan, setiap agenda
pemerintahan wajib dipersiapkan secara matang dan dieksekusi sesuai aturan yang
berlaku. Kunci utama dari efektivitas pelaksanaan kegiatan tersebut terletak
pada kesamaan pemahaman dan komunikasi yang jelas antarpetugas. Rettob berharap
rakor ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarorganisasi serta
menyamakan persepsi terkait tugas, fungsi, kewenangan, dan mekanisme kerja
protokol.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan
(PPTK), Fatima Silubun, menjelaskan bahwa forum ini dirancang untuk
menyelaraskan pemahaman mengenai aturan baku keprotokolan, mencakup:
- Tata tempat (precedence)
- Tata upacara
- Tata penghormatan
Selain sebagai sarana peningkatan
kapasitas SDM, rakor ini juga difungsikan sebagai ruang evaluasi kritis
terhadap pelaksanaan tugas keprotokolan yang selama ini berjalan.
“Rakor Protokol ini juga menjadi
wadah untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan protokoler yang sedang berjalan
serta mencari solusi terhadap berbagai kendala teknis yang ditemukan di
lapangan,” ujar Fatima.
Rakor ini diikuti sekitar 150
peserta yang terdiri dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD),
distrik, kelurahan, kampung, instansi vertikal, organisasi masyarakat, hingga
mitra kerja pemerintah daerah.
Materi disampaikan narasumber
dari Kementerian Dalam Negeri, Sekretariat Negara, Lembaga Pelatihan Sekolah
Etika Keprotokolan dan Kepemimpinan Indonesia, serta Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mimika Ananias Faot.
Rangkaian acara yang diawali
dengan pembukaan resmi oleh Bupati Johannes Rettob ini dilanjutkan dengan sesi
pemaparan materi serta diskusi interaktif bersama seluruh peserta. Melalui
pelatihan intensif ini, Pemkab Mimika menargetkan terciptanya standar pelayanan
keprotokolan yang solid dan mencerminkan citra pemerintah yang berwibawa.
