Pemkab Mimika dan PTFI Dorong Koperasi Amungme Gold Coffee Tembus Pasar Internasional Kopi
Pada
24 Sep, 2026
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan UKM bekerja sama dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) terus memperkuat kemandirian ekonomi petani lokal. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 Koperasi Produsen Amungme Gold Coffee yang berlangsung di Rumah Kopi Amungme Gold, Timika, Papua Tengah, Kamis (24/9/2026).
Forum tahunan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus menyelaraskan sinergi antara Pemkab Mimika, PTFI, Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK), serta masyarakat petani kopi dari tujuh suku pemilik hak udayana.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika menekankan bahwa transparansi, profesionalisme, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan merupakan fondasi utama dalam membangun kepercayaan anggota serta mendorong kemandirian masyarakat di tanahnya sendiri.
"Kunci utama keberhasilan koperasi adalah keterbukaan. Jika keuangan dikelola secara transparan tanpa intervensi, masyarakat dapat mandiri. Pemerintah Daerah bersama PT Freeport Indonesia berkomitmen penuh mendukung sarana dan prasarana, mulai dari pembangunan rumah produksi hingga alokasi dana pendampingan operasional," ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Mimika untuk menjadikan Rumah Kopi Amungme Gold sebagai pusat pelatihan, pendampingan, dan edukasi kopi (coffee school) tidak hanya bagi masyarakat tujuh suku dan Papua, tetapi juga untuk skala nasional.
"Kami mendorong Rumah Kopi Amungme Gold menjadi sentra pelatihan dan pendampingan ke depan. Tempat ini disiapkan sebagai pusat edukasi bagi masyarakat tujuh suku, Papua, hingga Nusantara. Amungme Gold Coffee diproyeksikan menjadi 'guru' atau barometer bagi seluruh penggiat dan usaha kopi yang ada di Kabupaten Mimika," tegasnya.
Selain itu, pihak dinas mengimbau agar pelaksanaan RAT di masa mendatang dapat diselenggarakan tepat waktu di awal tahun untuk menjaga akuntabilitas organisasi.
Sementara itu, Manager Community Economic Development PT Freeport Indonesia, Alfons Ramidi, menjelaskan bahwa KPAGC memiliki fungsi ganda, yaitu pemberdayaan sosial petani lokal dan komersialisasi produk unggulan daerah.
Saat ini, koperasi mencatat 232 anggota terdaftar dengan 67 anggota aktif yang konsisten mengelola perkebunan serta rantai pasok kopi. Meski diperhadapkan pada tantangan geografis dan keterbatasan transportasi di area pegunungan, volume produksi dan pemasaran Kopi Amungme Gold terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
"Kopi Amungme Gold telah mengukuhkan posisinya di kancah nasional. Produk ini kini disajikan dalam penerbangan Airfast dan diminati di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, hingga Bali. Bermula dari kelompok tani hingga kini menjadi badan usaha koperasi, target kita selanjutnya adalah membawa produk ini menembus pasar internasional," jelas Alfons.
Menghadapi persaingan industri kopi yang kian kompetitif di Mimika, PTFI bersama tim pendamping berkomitmen menjaga kepastian harga beli yang adil (fair price) bagi para petani, meningkatkan kapasitas pengurus dan pengawas, serta mendukung perluasan unit bisnis koperasi.
Sinergi berkelanjutan antara Pemkab Mimika, PTFI, YPMAK, dan seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat membawa Koperasi Produsen Amungme Gold Coffee menjadi penggerak utama kesejahteraan masyarakat lokal, sekaligus menjaga kelestarian identitas komoditas kopi khas Pegunungan Papua di panggung dunia.


