Pemkab Mimika Bentuk 14 Koperasi Pedagang, Mama-Mama Papua di Poumako Didorong Mandiri Ekonomi
Pada
23 Okt, 2026
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) telah membentuk 14 koperasi bagi mama-mama Papua yang berjualan pinang, noken, dan aksesori di sepanjang kawasan Jalan Cenderawasih. Salah satunya adalah Koperasi Mama Papua Bangkit Cenderawasih, yang berasal dari wilayah Poumako, Distrik Mimika Timur, dengan keterlibatan pihak distrik dalam proses pembentukannya.
Pembentukan koperasi ini merupakan langkah pemerintah daerah untuk memperkuat kelembagaan usaha, memperluas akses permodalan, serta mendorong kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP), khususnya para pedagang kecil yang selama ini menggantungkan penghasilan dari usaha sehari-hari.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, S.H., M.H., mengatakan pembentukan koperasi bertujuan memberikan perlindungan, pembinaan, dan kesempatan yang lebih besar bagi mama-mama Papua untuk mengembangkan usaha. Menurutnya, keterbatasan modal dan persyaratan administrasi perbankan masih menjadi kendala bagi pedagang mikro dalam memperoleh akses pembiayaan.
Melalui koperasi, para pedagang diharapkan memiliki kelembagaan usaha yang lebih kuat dan peluang menjalin kemitraan dengan perbankan, termasuk Bank Papua dan BRI. Pemerintah juga berupaya mendorong pembinaan berkelanjutan agar usaha para pedagang dapat berkembang secara mandiri.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Sosialisasi Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Erlince Gobay, S.Th., menjelaskan bahwa kelompok-kelompok koperasi yang telah terbentuk akan mendapatkan pendampingan berkala. Pembinaan meliputi pelayanan konsumen, pengelolaan keuangan sederhana, kedisiplinan, serta penguatan kerja sama antaranggota untuk menjaga kekompakan dan keberlangsungan usaha.
Ketua koperasi terpilih, Yustina Furay, menyambut baik perhatian pemerintah dan berharap koperasi menjadi wadah bagi mama-mama Papua untuk meningkatkan pendapatan keluarga serta memperkuat kemandirian ekonomi. Sementara itu, Sekretaris Koperasi, Yunita Kaipatty, menilai keterlibatan generasi muda penting agar mereka dapat belajar berwirausaha dan membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Aksamina Wayega, anggota pengawas koperasi yang telah puluhan tahun berjualan pinang, juga berharap pendampingan pemerintah tidak berhenti pada pembentukan kelompok, tetapi terus berlanjut hingga usaha para pedagang semakin berkembang.
Dengan terbentuknya 14 koperasi, termasuk Koperasi Mama Papua Bangkit Cenderawasih dari wilayah Poumako, Distrik Mimika Timur, Pemkab Mimika berharap pemberdayaan ekonomi mama-mama Papua semakin nyata melalui penguatan kelembagaan, perluasan akses permodalan, dan peningkatan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.
