Pemkab Mimika Komotmen Perkuat Penanggulangan Tuberkulosis Melalui Penyusunan Rencana Aksi Daerah 2026–2030
Pada
20 Okt, 2026
TIMIKA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menegaskan komitmen serius dalam mempercepat penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB) di wilayahnya. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembukaan Workshop Penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Mimika Tahun 2026–2030 yang digelar pada Selasa, (20/10/2026).
Kegiatan penting ini dibuka secara resmi oleh Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Mimika, Ananias Faot, yang hadir mewakili Bupati Mimika. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marsel Mameyao.
Dalam sambutan tertulis Bupati Mimika yang dibacakannya, Ananias Faot menyampaikan bahwa Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian dan penanganan serius secara lintas sektor. Penanggulangan TB tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor kesehatan semata, melainkan menuntut kolaborasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan.
"Penyusunan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026–2030 merupakan kebutuhan strategis untuk memastikan upaya penanggulangan TB dilaksanakan secara terarah, terpadu, terukur, dan berkelanjutan," ujar Ananias saat membacakan sambutan Bupati Mimika.
Lebih lanjut, Bupati Mimika berpesan agar dokumen RAD TB ini tidak hanya berhenti sebagai dokumen administratif semata, melainkan menjadi pedoman kerja nyata yang terintegrasi dengan perencanaan serta penganggaran daerah. Setiap program dan kegiatan yang dirumuskan harus memiliki indikator terukur, target tahunan yang realistis, penanggung jawab yang jelas, serta dukungan pendanaan yang memadai.
Melalui workshop yang berlangsung selama dua hari ini, Pemkab Mimika berharap seluruh peserta—yang terdiri dari unsur Forkopimda, OPD terkait, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, fasilitas pelayanan kesehatan, rumah sakit, organisasi profesi, dunia usaha, hingga lembaga swadaya masyarakat—dapat merumuskan matrik rencana aksi, pembagian peran lintas sektor, serta target penanggulangan yang solutif demi mewujudkan masyarakat Mimika yang lebih sehat dan berkualitas.


